GP Ansor Toraja Raya Dukung Penuh Aksi Damai dan "Doa Bersama Sang Torayan"
Aksi damai dan Do'a Bersama Sang Torayan
TANA TORAJA — Ribuan warga dari berbagai latar belakang agama, suku, dan organisasi kemasyarakatan memenuhi dua titik lokasi strategis di jantung Toraja pada Sabtu, 25 April 2026. Sebuah peristiwa bersejarah pun terukir "Doa Bersama Sang Torayan" sebuah momentum doa lintas iman dan organisasi yang digagas oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat Toraja dalam satu ikrar : Jaga Adat dan Budaya, Jaga Generasi Muda, Jaga Toraja yang Rukun dan Sejahtera.
Kegiatan monumental yang digagas FKUB ini digelar secara serentak di dua lokasi, yakni Plaza Kolam Makale mulai pukul 08.00 WITA dan Lapangan Bakti Rantepao mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini turut mendapat dukungan formal dari MUI Kabupaten Tana Toraja melalui surat undangan resmi bernomor 03/MUI-TT/IV/2026, sebagai tindak lanjut rapat bersama pimpinan organisasi Islam pada 20 April 2026 di Masjid Raya Makale. Ratusan logo organisasi yang terpampang dalam pamflet resmi kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Doa Bersama Sang Torayan bukan milik satu golongan, melainkan milik seluruh lapisan masyarakat Toraja tanpa terkecuali.
Gerakan Pemuda Ansor Toraja Raya menyatakan dukungan penuh dan keterlibatan aktif dalam kegiatan lintas iman yang digagas FKUB ini. GP Ansor tercatat sebagai salah satu dari 15 organisasi Islam yang secara resmi diundang MUI, bersama PC NU, PDM Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah, LDII, ICMI, DMI, Aisyiyah, Muslimat NU, BKMT, BKPRMI, Pemuda Muhammadiyah, hingga seluruh Pengurus Masjid dan Ortom Ormas Islam se-Kabupaten Tana Toraja. Keterlibatan GP Ansor menjadi simbol kuat bahwa organisasi kepemudaan Islam tersebut tidak hanya bergerak di ruang internal keumatan, tetapi juga tampil sebagai aktor penting dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat Toraja yang majemuk. Sikap ini selaras dengan semangat Harlah ke-92 GP Ansor yang mengusung nilai "Bersatu, Berperan untuk Negeri."
Kehadiran puluhan organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, keagamaan, profesi, hingga lembaga pendidikan dalam satu barisan doa mencerminkan betapa dalam akar kerukunan yang tertanam di bumi Toraja. MUI secara tegas menyebutkan tiga penyakit sosial yang melatarbelakangi aksi ini Judi, Narkoba, dan Pergaulan Bebas yang dinilai telah nyata merusak tatanan kehidupan masyarakat Toraja, bangsa, dan negara. Dari organisasi berbasis Islam, Kristen Protestan, Katolik, hingga berbagai elemen kemasyarakatan lainnya semuanya bergandengan tangan dalam satu barisan, membuktikan bahwa perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan, bukan pemisah.
Tema kegiatan yang diusung FKUB ini sarat dengan pesan yang dalam dan visioner. "Jaga Adat dan Budaya" adalah seruan untuk tidak membiarkan identitas Toraja tergerus zaman. "Jaga Generasi Muda" adalah alarm bagi seluruh elemen masyarakat agar tidak abai terhadap masa depan anak-anak Toraja. Sementara "Jaga Toraja yang Rukun dan Sejahtera" adalah doa sekaligus komitmen kolektif untuk merawat kedamaian yang telah menjadi warisan leluhur turun-temurun.
Dress code baju putih atau seragam lembaga yang ditetapkan dalam kegiatan ini pun memiliki makna simbolis yang kuat — putih sebagai lambang kesucian niat, ketulusan hati, dan kebersamaan tanpa sekat. Ketika ribuan orang hadir dalam balutan warna yang sama, batas-batas perbedaan seolah lebur dalam satu semangat kebersamaan yang tulus dan membara demi Toraja yang lebih baik. MUI pun menetapkan tiga ketentuan kehadiran: menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan; diperbolehkan mengenakan pakaian identitas organisasi; serta dianjurkan membawa bekal dan air minum sendiri.
Doa Bersama Sang Torayan yang digagas FKUB ini bukan sekadar ritual keagamaan, ia adalah pernyataan sikap kolektif seluruh masyarakat Toraja Raya kepada dunia, bahwa di tanah yang kaya budaya dan tradisi ini, kerukunan adalah harga mati yang tak bisa ditawar. Dengan GP Ansor sebagai salah satu pilar pendukungnya, kegiatan ini semakin menegaskan bahwa Islam rahmatan lil alamin bukan hanya slogan, melainkan nilai yang hidup dan nyata dalam setiap langkah para kadernya di bumi Toraja.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0