Kader Rijalul Ansor Toraja Raya Kupas Makna Istiqamah Ramadan di Masjid Jami' Madandan
Safari Dakwah Rijalul Ansor
TANA TORAJA – Suasana malam ke-12 Ramadan di Masjid Jami’ Madandan terasa begitu istimewa dan penuh khidmat. Ratusan jamaah yang memadati shaf demi shaf tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah malam, yang kali ini diwarnai dengan kehadiran sosok da'i muda potensial. Di tengah kekhusyukan ibadah, hadir Ust. Andi Muhammad Al Qadri, salah satu kader muda Rijalul Ansor Toraja Raya, yang didaulat mengisi mimbar tausiyah.
Berdiri dengan wibawa khas pemuda Nahdliyin, Ust. Andi Muhammad Al Qadri tampil rapi mengenakan busana muslim putih dengan aksen hijau, melambangkan identitas organisasi yang dibanggakannya. Dari atas mimbar kayu berukir yang megah, beliau membuka ceramahnya dengan untaian syukur, membawa atmosfer spiritual yang mendalam ke seluruh penjuru ruang masjid yang tenang.
Fokus utama yang dibedah dalam tausiyah malam itu adalah urgensi menjaga sifat istiqamah di fase pertengahan bulan suci. Beliau memaparkan bahwa fase ini seringkali menjadi titik krusial di mana semangat sebagian orang mulai mengendur. Dengan gaya bahasa yang lugas namun menyentuh, beliau mengingatkan bahwa kualitas seorang mukmin justru diuji saat rutinitas ibadah mulai terasa berat.
Sebagai bagian dari keluarga besar Rijalul Ansor, Ust. Andi Muhammad Al Qadri menekankan bahwa istiqamah bukan sekadar konsistensi dalam ritual, melainkan juga dalam menebar manfaat bagi sesama. Beliau mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ikatan persaudaraan dan kepedulian sosial, selaras dengan semangat pengabdian Ansor di bumi Toraja Raya.
Penyampaian yang tenang dan diselingi dengan kutipan ayat-ayat suci Al-Qur'an membuat pesan-pesan moral tersebut meresap kuat ke dalam sanubari jamaah. Beliau menegaskan bahwa setiap sujud dan doa yang dipanjatkan dengan konsisten akan menjadi benteng bagi hati dalam menghadapi hiruk-pikuk duniawi setelah Ramadan nanti berakhir.
Kehadiran kader Rijalul Ansor ini juga menjadi bukti nyata peran aktif generasi muda Islam dalam memakmurkan masjid-masjid di Tana Toraja. Narasi dakwah yang moderat dan merangkul semua kalangan menjadi ciri khas yang sangat kental, menunjukkan bahwa semangat Islam yang rahmatan lil 'alamin terus bersemi subur di tengah keberagaman masyarakat Madandan.
Tausiyah tersebut ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan hati, memohon keteguhan iman bagi seluruh kaum muslimin. Setelah ceramah usai, suasana keakraban terpancar saat jamaah bersalaman dengan beliau, menandai suksesnya syiar Ramadan yang dibawakan dengan penuh dedikasi oleh sang kader Rijalul Ansor Toraja Raya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0